Kunjungan AIESEC di SMP Negeri 19 Surabaya

Earth Heroes 4.0 yang merupakan project Summer dari AIESEC in Surabaya tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 16 Juli – 26 Agustus 2018. Project ini dinanungi oleh departemen Incoming Global Volunteer yang memfasilitasi para partisipan dari luar negeri dalam rangka pertukaran budaya khususnya untuk peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sehari-hari hingga menjadi budaya hidup, sesuai dengan salah satu poin SDGs (Sustainable Development Goals) poin ke 13 yaitu climate action. Salah satu kegiatannya adalah mengunjungi SMP Negeri 19 Surabaya dalam rangka mengenali lingkungan sekolah yang masih pada tahap penjurian untuk mendapatkan anugerah adiwiyata provinsi. Kegiatan di SMPN 19 ini meliputi kegiatan praktik seperti mural, biopori, takakura, komposting dsb.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bertukar pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang terjadi khususnya di kota Surabaya

Tim Ecoschool ke TPA Benowo

[/siteorigin_widget]

Sabtu (29/07) Tim Ecoschool SMPN 19 Sby didampingi oleh Tim Adiwiyata berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Benowo. Berangkat pagi hari dengan menggunakan Armada Bis bantuan dari DPRD Kota Surabaya langsung menuju ke TPA Benowo. Sesampainya di TPA Benowo langsung disambut oleh Pihak pengelola TPA Benowo yakni PT. Sumber Organik. Kunjungan tersebut guna mempelajari proses pemanfaatan sampah yang menjadi gunungan di TPA Benowo.Seperti kita ketahui bahwa gunungan sampah tersebut berasal dari sampah yang dibawa oleh armada truk sampah yang berjumlah 300armada, yang setiap harinya mampu mengangkut sampah 2-3 kali sehari dari berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) di seluruh penjuru Kota Surabaya.

“TPA Benowo merupakan TPA terbaik Se-Indonesia”, Ujar Bapak Adi selaku HRD. TPA Benowo saat ini difungsikan sebagai pengolah limbah sampah menjadi Sumber Energi Listrik. Dari gunungan Sampah tersebut saat ini TPA Benowo mampu menghasilkan Energi Listrik sebesar 2 Megawatt dan kedepannya sedang dipersiapkan agar mampu mengolah limbah sampah hingga mampu menghasilkan Energi Listrik sebesar 9 Megawatt.
Perlu diketahui bahwa pemulung boleh memasuki area TPA Benowo khusus yang telah memiliki IDCard dari pihak penglola. Kurang lebih ada 300 Orang Pemulung yang terdaftar di TPA Benowo.

Gunungan sampah TPA Benowo memiliki ketinggian sekitar 25meter. Gunungan sampah tersebut ditumpuk dengan siste terasiring dan di timbun juga dengan tanah setebal 15cm agar tidak terjadi longsoran sampah. Untuk mengurangi aroma tidak sedap dari sampah pihak pengelola menyelimuti Gunungan sampah itu dengan plastik khusus seperti terpal dan disemprot dengan IMC (cairan anti bau).