Akademik & Non Akademik

Kurikulum

Saat ini SMPN 19 Surabaya menggunakan kurikulum 2013 untuk kelas VII dan VIII sedangkan untuk kelas IX menggunakan KTSP. Siswa kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan pengembangan diri sesuai dengan bakat dan minatnya antara lain: Basket, Putsal, PMR, Karate, Band, Paskibra, Pramuka, TPQ, Sains center IPA, Matematika dan Bahasa Inggris, indie film, broadcast, sedangkan siswa kelas IX melaksanakan kegiatan peningkatan prestasi dalam bentuk pendalaman materi mapel UNAS. Khusus untuk kelas VII wajib mengikuti kegiatan TPQ dan Pramuka, kelas VIII wajib mengikuti kegiatan Pramuka dan Paskibra, kelas IX wajib mengikuti kegiatan Paskibra. Beban belajar untuk kelas VII dan VIII ada 40 jam per minggu dan untuk kelas IX ada 36 jam per minggu.

  1. Struktur Kurikulum
  2. Struktur Kurikulum Kelas VII dan Kelas VIII

Struktur kurikulum merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Beban belajar di SMP Negeri 19 Surabaya kelas VII dan VIII adalah 40 jam per minggu. Sedangkan jam belajar adalah 40 menit. Kelas VII dan VIII di SMP Negeri 19 menggunakan kurikulum 2013 yang memperhatikan kompetensi inti yang dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik.

Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual yang berarti menghargai ajaran agama yang dianutnya.
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial yang berarti Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan yang berarti Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan yang berarti Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Struktur Kurikulum SMP Negeri 19 Surabaya adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Mata Pelajaran Alokasi waktu per Minggu
Kelompok A Kelas VII Kelas VIII
1.   Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3
2.   Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3
3.   Bahasa Indonesia 6 6
4.   Matematika 5 5
5.   Ilmu Pengetahuan Alam 5 5
6.   Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4
7.   Bahasa Inggris 4 4
Kelompok B
1. Seni Budaya 3 3
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 3 3
3. Prakarya 2 2
4. Bahasa Jawa 2 2
Jumlah 40 40

 

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Seni Budaya dan Prakarya menjadi dua mata pelajaran yang terpisah. Untuk seni budaya didalamnya terdapat pilihan yang disesuaikan dengan minat siswa dan kesiapan satuan pendidik dalam melaksanakannya.

 

  1. Struktur Kurikulum Kelas IX

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarekan standar kompetensi lulusan. Struktur kurikulum terdiri atas tiga komponen, yaitu komponen mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

  1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
  2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
  3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
  4. kelompok mata pelajaran estetika; dan
  5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

 

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2

KelompokMata Pelajaran Cakupan Melalui
Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler·      Contoh kegiatan Agama Islam di luar jam pelajaran; (1) peringatan hari besar agama, baca Al Qur’an dan berdoa bersama sebelum   mulai pembelajaran, sholat dhuhur berjamaah setiap hari dan sholat dhuha.
Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kegiatan pembelajaran di kelas dan diluar kelas·      Semua guru ndic melaporkan tentang ndicator yang ada pada cakupan kelompok Kewarganegaraan dan Kepribadian·      Memberi reward peserta didik yang sudah berbuat jujur, dan memotivasi yang lain agar juga berbuat jujur

 

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memper oleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri. Kegiatan pembelajaran bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan.
Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. Kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler kegiatan kebersihan   dan pemeliharaan taman setiap hari Jumat pagi
Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan, dan pengembangan diri/ekstrakurikulerKegiatan senam pagi setiap hari Jumat

 

 

Struktur kurikulum ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh selama tiga tahun, yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan SKL dan SK dan KD mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Kurikulum ini memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel Struktur Kurikulum.
  2. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal telah ditentukan oleh sekolah, yaitu Bahasa Jawa, Tataboga.
  3. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh pendidik. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik, kegiatan rutin wajib baca Alquran, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Struktur Kurikulum SMP Negeri 19 Surabaya

Tabel 2.3

Komponen

Kelas

IX
A. Mata Pelajaran
1.   Pendidikan Agama 2
2.   Pendidikan Kewarganegaraan 2
3.   Bahasa Indonesia 4
4.   Bahasa Inggris 4
5.   Matematika 5
6.   Ilmu Pengetahuan Alam 5
7.   Ilmu Pengetahuan Sosial 4
8.   Seni Budaya 2
9.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2
10. Pilihan:a. Ketrampilanb. Teknologi Informasi dan Komunikasi -2
B. Muatan Lokal 2
1.   Bahasa Jawa 2
2.   Tata Boga 2
Jumlah 36
C. Pengembangan Diri 2*)

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Kegiatan pengembangan diri, pembiasaan dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah baik di dalam maupun di luar sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *