Robotika 3

SMPN 19 Surabaya

Jagoan Robotika Baru

Namanya Rapatih Nialfza. Dia adalah siswa baru SMPN 19 Surabaya. Meski baru 1-3 bulan menjadi warga Songolas, namun siswa kelas VII ini telah mampu meraih satu kejuaraan dan mengharumkan nama sekolah. Tak tanggung-tanggung kejuaraan yang diraihnya ialah Juara 2 Robotika dalam Lomba Kategori Rescue atau Robot Penyelamat. Lomba ini dilaksanakan melalui sistem daring atau online. Wow keren!

Penyelenggara lomba robotika ini adalah Rotary Club Surabaya berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim). Teknis pelaksanaan lomba ini adalah siswa harus memasang kamera yang disambungkan dengan zoom, sehingga hasil karyanya bisa dilihat oleh dewan juri dan peserta lain. Aspek yang dinilai pada lomba robot rescue ini adalah robot yang dapat mengambil bola terbanyak dan finish tercepat akan mendapat poin paling tinggi.

Prestasi yang diraih Rapatih ini sangatlah patut diacungi jempol. Sebagai siswa baru di SMPN 19 Surabaya Rapatih sudah berhasil menyabet juara dalam satu perlombaan dan membanggakan warga Songolas.

Rapatih  sendiri awalnya tidak mengira bahwa ia akan menang dalam lomba yang digelar Rotary Club Surabaya dan Dispendik Jatim itu. Ini dikarenakan ia sudah cukup lama tidak berlatih, ditambah juga dengan adanya persiapan UNAS di Sekolah Dasar, dan disusul dengan musim pandemi ini. Untungnya Rapatih masih sempat berlatih dua bulan sebelum lomba, dikarenakan pelaksanaan lomba tersebut sempat ditunda. Meski begitu tetap saja ada kendala yang dialami, seperti baterai robot yang menggelembung karena sudah lama tidak terpakai.

Ketika reporter Warta 19 mewawancarainya via chat, Rapatih mengatakan bahwa kemenangannya ini terinspirasi dari kakak-kakaknya yang lebih dulu masuk ke dunia robotik. Di situ, Rapatih melihat indahnya medali dan serunya berkecimpung di dunia robotika. Untuk itulah Rapatih yang kala itu masih duduk di kelas 4 SD langsung tertarik dan mulai menekuni robotika. 

Ketika masuk SMPN 19 Surabaya dan mengetahui bahwa salah satu ekskulnya adalah robotika, ia jadi lebih bersemangat. Selain mengikuti ekskul, untuk meningkatkan kemampuannya Rapatih juga mendapat les privat robotika di rumahnya. Alhasil siswa yang baru duduk di bangku kelas VII SMPN 19 Surabaya  ini bisa memenangkan lomba robotika. Hebat sekali.

Pesan moral yang bisa diperoleh dari keberhasilan Rapatih ini adalah kita dapat belajar bahwa kemampuan dan keterampilan sesorang tidak dilihat berdasarkan usianya melainkan tekad dan kesungguhannya.

Nisa, Reporter Warta 19

© 2020, SMPN 19 SURABAYA. All Rights Reserved.